Showing posts with label interior design and architecture. Show all posts
Showing posts with label interior design and architecture. Show all posts

Thursday, 15 September 2016

Make Over Asha's Room

Ceritanya rumah abis dicat ulang sama nyokap, karena mau ada bayi biar bersih katanya. Jadi sekalian aja make over kamar adik saya, dia maunya white bedroom Scandinavian look gitu. Ala ala rumahnya Sachi (di IG namanya blogsachi). Hasilnya lumayan laah, hehehee.. Saya akan review satu-satu berikut costnya, siapa tau ada yang butuh infonya yaa :)

New look
Liat referensi Scandinavian look indentik dengan warna putih, monochrome, trus ada aksen kayu pinus dengan warna aslinya. Tapi sebenernya boleh juga pakai warna yang lebih berani, tergantung selera aja. Kamar adik saya kecil, ukurannya 2.3 x 2.75 m. Jadi ga bisa leluasa atur posisi furniture.

Daybed-nya dipanjangin
Yang ditambah di kamar ini sekarang pakai bed, tadinya ga. Alasannya nanti lahiran adiknya Naya eyang putri Klaten mau ke Jakarta. Since we don't have a guest room (maklum rumahnya cilik :p), tamu biasanya tidur di kamar nyokap atau adik yang ada di lantai 1. Karena nantinya kamar nyokap saya pakai abis lahiran, mau ga mau kamar adik saya pakai bed. Pilihan pertama tadinya tempat tidur sorong, karena kalo dikasih bed size besar kamarnya sempit. Tapi kok ya sekarang cari susah banget, adanya model spring bed. Kita lebih suka tempat tidur kayu sih ketimbang spring bed yang udah ada headboardnya gitu. Cari di IKEA pun pilihannya cuma satu, tapi panel sampingnya ketinggian. Pas muter ternyata ada daybed tipe Brimnes, size 86 x 205 x 57 cm. Ada lacinya juga, lumayan besar untuk simpen selimut, bantal, atau printilan gitu. Kalo lagi dibuka hasilnya kaya' gambar diatas, kalo single size kaya' gambar yang pertama. Pas banget modelnya, warnanya juga pas sesuai tema. Untuk harganya Rp 3.499.000, worth it menurut saya sih. Barangnya bagus, easy to assembled. Untuk kasurnya size 80 x 200 cm, di IKEA dibandrol 1 juta per kasur, jadi saya beli di tukang kasur deket rumah aja dengan harga yang sama tapi dapet dua. Hehehee.. Kualitas sih pasti beda ya, kasur busa yang saya beli ambles kalo abis didudukin atau ditidurin.


Bagian kepala tempat tidur

Posisi tempat tidur ga berubah, cuma cerminnya aja dipindah dan diganti sama ambalan. Ambalannya adik saya yang beli, online. Harganya Rp 100.000 for 3 pcs, mur dan fishernya udah termasuk jadi tinggal ngebor aja. Pas order sih request warna cokelat muda yang senada sama warna lemari, tapi yang dateng warna walnut gitu. Sama warna lemari kan jauh banget. Akhirnya dikeletek malah warnanya sesuai keinginan, dilapis pilox clear aja biar lebih halus.
Awalnya kamar ini ada wall bordernya dan sebagian dicat minyak warna hijau. Kemarin sih cat minyaknya ga dikerok dulu, dilapis aja pakai apaa gitu saya lupa, jadi hasilnya sama kaya' bagian atasnya. Cat saya biasa pakai Dulux Catylac, so far hasilnya oke dan awet sih. 
Spreinya custom order di sepupu saya, bisa cek di IG-nya : _arzhacollections. Bahannya adem, bisa custom size juga sesuai ukuran kasur, jadi pas dan gampang beresinnya
Untuk wall sticker ala Scandi style modelnya ya kurang lebih begitu. Shapenya macem-macem, yang saya pakai triangle ditempel terbalik. Saya order online, di IG : chic_wallsticker. Harganya Rp 70.000 for 70 pcs. Untuk dinding kamar ini 230 x 285 cm, dengan jarak 50 cm, masih sisa wallstickernya.
 

Sisi dekat jendela
Cermin, jam dinding, dan gantungan aksesoris saya pindahin deket jendela. Untuk cermin saya pesen deket rumah, size 40 x 160 cm, harganya Rp 350.000, cermin plus frame. Jam dinding beli di IKEA, ga sengaja liat pas lagi antri di kasir. Bahannya plastik, makanya murmer cuma Rp 40.000. Untuk gantungan aksesoris, beli di IKEA juga, nemunya di bagian bathroom. Aslinya sih gantungan handuk, tapi sizenya pas buat space yang kecil. Sizenya 27 x 3.6 x 5 cm, powder coated steel, harganya Rp 49.900. Tapi belum termasuk mur dan fishernya, beli di toko bangunan murah kok. Satu-satunya ga yang masuk konsep cuma curtainnya. Rencana sih mau pesen curtain warna putih, sekalian vitrasenya karena yang sekarang ga ada. Tapi belum sempet euy, kapan-kapan aja deh kalo sempet :p


Sisi lemari
Lemari diubah posisinya, karena ga akan muat kalo bed-nya dipanjangin. Sempet mau beli lemari lagi dengan size yang lebih kecil, tapi sayang juga rasanya. Sebenernya lemari yang udah 6 tahun ini cuma rusak back panel sama pintunya aja sih, jadi kita pikir masih bisa dibenerin ketimbang beli baru lagi.

Yups, kira-kira gitu deh reviewnya. Thanks for reading, mungkin bisa jadi referensi dan inspirasi ;)

Friday, 13 January 2012

sleepbox

Kalau kalian termasuk tipe orang yang suka traveling dan memilih untuk bepergian dengan pesawat, tentunya kalian sudah akrab dengan airport dan segala isinya, termasuk jadwal penerbangannya. Nah, lalu gimana ya kalau rumah kita jauh dari bandara, apalagi ketika harus mengambil penerbangan pagi. Udah kebayang deh gimana bakal ribetnya nyari tempat nginep terdekat dengan bandara, biar nggak ketinggalan pesawat. Apalagi kalau kamu tipe orang yang susah bangun pagi, hehe..
Nah, sekarang kita nggak perlu lagi khawatir akan semua masalah itu. Arch Group, sebuah kelompok arsitek dari Moskow, mengembangkan sebuah penemuan yang keren banget. Namanya adalah “Sleepbox”. Sesuai dengan namanya, Sleepbox ini merupakan sebuah kotak yang dapat kita pakai untuk beristirahat bahkan bermalam. Lengkap dengan kasur dan beberapa furniture modern minimalis di dalamnya! Kabarnya sih, Sleepbox ini terinspirasi dari ‘Capsule Hotels’ yang ada di Jepang.
Dan coba tebak, Sleepbox ini ternyata di desain khusus di dalam airport, bahkan dibangun di dekat boarding gates. Seru nih, nggak perlu capek dan kebosanan nunggu di ruang tunggunya, apalagi kalo pesawatnya delay, tinggal tidur dulu deh di dalam Sleepbox, hehe.. Eits, tapi walaupun bentuknya mungil tapi nyaman kok! ‘Transit room’ ini memiliki dimensi 2,5mx1,6mx2,5m, dan pertama kali diperkenalkan di bandara Moskow, yaitu Sheremetyevo Airport. Di dalam Sleepbox ini, meskipun agak kecil, tapi disediakan lampu baca dan listrik untuk mengisi batere gadget dan ponsel kita. Selain listrik, ada juga dua single bed yang disusun bertingkat. Nah, untuk bermalam di Sleepbox biaya yang harus kita keluarkan sekitar Rp.133.000/jam.
Desainer pembuat Sleepbox, Mikhail Krymov and Alexei Goryainov mempunya ide ini, dikarenakan pengalaman mereka yang sering bepergian dengan pesawat. “We travel a lot and many times we faced a problem of rest and privacy in airports. And as we are architects, we like to think of solutions,” ungkap mereka. Bahkan dua desainer ini sudah punya rencana untuk membangun Sleepbox yang dilengkapi dengan Wi-Fi, LCD screens dan juga displays dengan informasi penerbangan. Cool!


 

sumber : Gogirl! Magazine

Monday, 9 January 2012

the balancing barn

Dirancang oleh MVRDV, The Balancing Barn dibangun di sebuah desa Thorington, di daerah Suffolk, Inggris. Sekilas, bangunan ini nampak seperti sebuah rumah yang diangkat dari tanah dan disangga oleh besi tipis. Makanya dinamakan dengan Balancing Barn. Kalo dilihat fotonya, pasti mikir dua kali deh untuk nginep di sini. Takut kalau sewaktu-waktu bangunannya bakal jatuh kebawah, hehee.. Tapi bangunan ini super aman loh untuk dijadikan tempat berlibur dan menikmati suasana desa Inggris yang indah.
Meskipun bentuk luarnya seperti barn, tetapi interior di dalamnya super nyaman dan bisa menampung sekitar 8 orang. Asiknya, The Balancing Barn dibangun di dekat sebuah danau kecil, dan kalo dilihat dari jauh, rumah ini akan nampak seperti rumah mungil untuk dua orang. Eeeh, tapi ketika mendekat, voila! Kita bakal kaget dengan bagian belakangnya yang memanjang. What an amazing idea!
Dengan panjang 30 meter, mulai dari dapur, dining room super luas, 4 kamar tidur yang dilengkapi kamar mandi, hidden staircase that lead to the garden beneath (wiii, ternyata ada kebun loh disamping barn ), dan yang paling besar adalah living space dengan jendela transparan yang bikin para tamu leluasa melihat view yang indah.Tertarik untuk ke sana?


 
 

letter shelves

butuh rak buat buku atau pernak pernik? ada yang menarik niih.. letter shelves karya Ricard Mollon ini bisa jadi ide rak unik yang menghiasi dinding kosong ruang di rumah kita. atau bisa juga ditaruh di lantai sebagai mini divider. cara bikin rak akrilik ini nggak terlalu sulit kok. hanya perlu mempersiapkan beberapa akrilik berwarna transparan, yang warnanya disesuaikan dengan warna favorit atau nuansa ruang. trus tinggal pilih kata-kata apa yang pengen dibuat, ukurannya seberapa besar dan penempatannya. mungkin material bisa diganti dengan mdf sebagai alternatif dan lebih natural :)


 
 

sumber : Gogirl! Magazine

Friday, 17 December 2010

cozy shelters bus

Located in Paris, IKEA promosi product-productnya. IKEA changed 12 bus shelters to a living room! what a cozy place for waiting a bus. di Indonesia ada yang kaya' gini? ga bakalan dehh. kursi dari besi aja bisa ilang, apalagi sofa..





Tuesday, 8 June 2010

vila impian

gw punya impian punya vila atau rumah di pinggir pantai. pengeeen banget sejak nonton film korea 'full house' *berkhayal mode : on*. di pegunungan oke juga siiih. yaa pokoknya di tempat2 resort gitu deh. gw dapet link freshome.com dari ade gw, yang isinya design rumah & interior gitu. bagus2 bangeeeett. jadi makin pengen punya rumah yang bagus dan nyaman *berdoa : "ya Allah, berikanlah dan mudahkanlah rezekiku, agar aku bisa mewujudkan mimpi2ku. amin..*. i found some pic here..

my fav one =]