Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Friday, 22 April 2022

Luka Jiwa

Sebelum saya mulai cerita, disclaimer dulu nih ya biar ga salah paham..

Tujuan saya menulis ini bukan untuk menjelek-jelekkan ataupun membuka aib hidup seseorang dan keluarganya, juga bukan untuk menyalahkan pihak manapun. Pure mau sharing karena menurut saya cerita ini bisa jadi insight untuk kita yang punya keluarga atau teman yang mengalami hal ini. Karena saya yakin di luar sana juga banyak yang mengalami hal yang sama, tapi kita ga tau harus gimana..

----------

Orang terdekat saya ada masalah dengan keluarganya. Sejak awal hubungan dengan ayahnya memang kurang baik. Terlebih lagi ketika ibunya meninggal dunia, dia seakan menjauh dari ayahnya. Enggan bertemu atau sekedar mengangkat telepon ayahnya. Seolah dia bertahan bersikap layaknya ayah dan anak hanya karena ibunya..

Suatu ketika ayahnya sakit, perlu anak-anaknya untuk merawatnya. Tapi dia enggan berurusan dengan ayahnya, jadi hanya adik-adiknya yang merawat ayahnya. Karena satu dan lain hal, timbul lah konflik diantara kakak beradik ini. Saya kenal baik dengan adik-adiknya, jadi saya coba ajak sang kakak bicara dengan harapan bisa sebagai penengah diantara mereka. Selagi berdiskusi pecahlah emosinya saat itu, keluar semua perasaan yang dia pendam selama ini. Belasan tahun kenal dia, baru kali ini lihat dia sesedih itu. Entah kenapa hati saya pun ikut sakit mendengar ceritanya. Dan pertanyaan saya yang dulu kepo tentang dia dan keluarganya, akhirnya terjawab.

Dia bercerita, sejak kecil sering merasa diabaikan oleh ayahnya. Menurutnya, terlihat jelas sekali perlakuan antara dia dan adik-adiknya berbeda. Jujur, saya orang luar yang kenal dia dan keluarganya terkadang memang melihat perbedaan itu. Almarhum om nya pun mengakui perbedaan itu, tapi ya saya pikir mungkin dia saja yang terlalu terbawa perasaan. Karena perbedaan sikap orang tua terhadap anak-anaknya masih sering terjadi menurut saya. Katanya, dari kecil jika ada sesuatu terjadi dan bukan ulahnya tetap saja dia yang dihukum. Dia yang selalu disalahkan walaupun itu perbuatan adik-adiknya. Dihukumnya bukan hanya omelan, tapi juga hukuman fisik. Ternyata inilah jawaban kenapa dia dan dua adiknya tidak terlalu dekat. Yaa saat itu mereka masih kecil. Si kakak tidak bisa legowo menerima hukuman karena perbuatan adiknya, dan adiknya belum terpikirkan untuk membela kakaknya. Pasrah tapi hatinya terluka. Banyak dituntut sebagai anak pertama, tapi tidak diimbangi kasih sayang yang cukup. Ibaratnya harus mengerjakan ini itu tapi gajinya sedikit, bagaimana rasanya?

Saya pernah dengar cerita, menurut adik-adiknya salah satu alasan kenapa mereka tidak terlalu dekat karena sejak kecil si kakak suka pelit berbagi mainan atau barang. Marah jika mainannya dipinjam atau rusak. Jadi sejak kecil memang ada batasan diantara mereka. Dan cerita dari si kakak kenapa dia berbuat begitu, karena menurut dia hanya cara itu untuk mempertahankan haknya. Karena orang tuanya selalu, "udah kasih mainan ke adiknya, udah ngalah aja". Dipaksa untuk selalu mengalah dan tidak boleh mengeluh karena dia anak pertama. Dan ini jawaban lain dari pertanyaan saya, "kenapa sikapnya terkadang kurang menyenangkan?". Dia memang terkadang egois, bossy, keras kepala, tidak mau mengalah. Ya karena itu cara dia mempertahankan apa yang dia punya. Menurutnya kalau lemah dia akan kehilangan apa yang dia punya.

Lalu karena tidak diperlakukan dengan adil, dia jadi selalu membandingkan hal-hal lain antara dia dan adik-adiknya. Katanya, dia tidak bisa memilih mau kuliah dimana, ambil jurusan apa, bahkan ketika sudah kerja pun ayahnya ikut campur. Sedangkan adik-adiknya bisa memilih. Btw, dia kuliah tidak di Indonesia. Tentu permintaan dari ayahnya, bukan kemauan dia. Saya yakin menurut ayahnya itu yang terbaik untuk anaknya, tapi siapa kira menurut anaknya dia merasa 'dibuang'. Pertama kali ke luar negeri dan tidak kenal siapa pun, tapi dilepas begitu saja. Padahal maunya didampingi, ditemani. Toh ini juga bukan maunya dia. Pada akhirnya dia harus berjuang sendiri apa pun yang terjadi di sana. Banyak hal yang orang tuanya tidak tau kehidupan dia di sana bagaimana. Lulus dalam waktu 3.5 tahun dengan IPK bagus, bukan menandakan bahwa dia suka dan cocok dengan jurusan yang dia ambil. Tapi karena dia mau cepat selesai dan bisa kembali pulang.

----------

Saya pernah tanya, apakah dia tidak pernah mengutarakan isi hatinya kepada kedua orang tuanya? Bilang kalau dia tidak suka, tidak setuju, atau setidaknya orang tuanya mendengarkan apa pendapatnya. Ke ayahnya, tidak pernah bisa. Ke ibunya, pada akhirnya "udah nurut aja". Emosinya tidak pernah divalidasi. Itulah kenapa dia dikenal pemarah. Entah khawatir, perduli, cara menyampaikannya ya marah. Niatnya baik, tapi cara mengutarakannya kurang tepat. Jadi orang lain yang dituju tidak bisa menerimanya dengan baik. Sejujurnya, sebelum saya dengar perasaan dia yang sesungguhnya saya pun berfikir begitu. "Apaan sih, hal kecil aja marah sampai segitunya" atau "Bisa ga sih bilangnya baik-baik?". Tapi karena sudah tahu apa yang dia lalui, saya jadi bisa memahami maksud emosinya dia apa. Jadi saya tidak terlalu kesal menanggapinya. Dan hal baiknya, emosi dia pun membaik.

Dulu saya juga pernah tanya, kenapa dia tidak pernah betah di rumah. Jawaban dia dulu, "gak papa, asal ga bawa sendok juga ga bakal dicariin" sambil bercanda. Ternyata karena di rumah dia tidak merasa "di rumah". Ayahnya sering keluar, ibunya di kamar, adik-adiknya sibuk sendiri. Jadi dia merasa lebih baik main di luar dibanding ada di rumah. Saat kecil pun ketika Idul Fitri dia lebih memilih di rumah eyangnya, diajak pulang tidak mau. Dia merasa lebih nyaman di rumah eyangnya. Dan menurutnya, dia menemukan sosok ayah justru dari almarhum omnya. Katanya omnya hebat, tidak membeda-bedakan antara dia, adik-adiknya dan sepupunya. Kalau salah ya dimarahin sesuai porsinya, tapi juga diperhatikan dan didengarkan bagaimana perasaannya.

Saya yakin adik-adiknya pun punya kenangan kurang menyenangkan dari ayahnya. Hanya saja entah rasa sakit yang mereka terima tidak sedalam sang kakak, atau mereka sudah bisa melaluinya, menerima dan memaafkan ayahnya. Terus terang, sikap adik-adiknya terhadap ayahnya dulu jauh lebih santai dibanding sang kakak yang terbawa emosi. Cara adik-adiknya menyikapi orang lain atau suatu hal pun berbeda dengan sang kakak. Kalau dilihat dari kisah masa kecil sang kakak dan yang saya lihat sendiri sikap orang tua mereka, sepertinya adik-adiknya menerima kasih sayang yang lebih banyak dari orang tuanya. Yang sudah belajar ilmu parenting pasti paham sebab akibat sikap seseorang ya.

Saya akui, komunikasi di keluarganya sangat sangat kurang. Ya mungkin karena anak-anaknya tidak dibiasakan untuk mengutarakan pendapatnya. Jadi jika ada masalah selalu tidak pernah selesai. Selesai pun tidak benar-benar tuntas. Juga sang kakak ini, dibanding mengutarakan isi hatinya ke adik-adik dan keluarganya, dia lebih memilih diam. Menurutnya, lebih baik orang lain salah paham tentangnya ketimbang menyelesaikan semuanya. Karena menurut dia orang lain tidak akan pernah paham apa yang dia lalui dan rasakan. Yaah.. ada benarnya juga, tidak semua orang bisa menerima kita.  Tapi menurut saya lebih baik berdebat, mengutarakan isi hati masing-masing pihak, lalu menyelesaikannya bersama-sama. Pada akhirnya orang itu menerima atau tidak, setidaknya mereka tau apa isi hati kita. Sehingga tidak menerka-nerka atau suudzon terhadap orang itu.

----------

Lalu, apa yang bisa kita ambil dari kisah ini dan bagaimana menyikapi kerabat yang mengalami hal ini?

Ini menurut pendapat saya ya..

Pelajaran hidup yang bisa saya ambil adalah, bersikap adil ke semua anak. Karakter anak berbeda-beda, tapi kita tetap tidak boleh memberikan kasih sayang lebih banyak ke anak yang lebih baik perilakunya. Lalu biasakan anak berpendapat, dan kita sebagai orang tua biasakan mendengarkan anak-anak kita. Jangan pernah berhenti belajar tentang parenting, beruntung zaman sekarang bisa dengan mudah mendapat informasi tentang parenting. Katanya sih, anak-anak yang memiliki masa kecil yang bahagia kelak ketika dewasa juga lebih bahagia.

Itu pelajaran yang bisa diambil sebagai orang tua. Lalu sebagai anak, kalau kita memang memiliki luka masa kecil sebisa mungkin coba menerima, memafkan orang tua kita. I know, tidak semudah itu. Tiap orang pun berbeda, tidak bisa disamakan. Seperti kerabat saya ini, beberapa kali saya tanya "apa sih susahnya memafkan orang tua sendiri?". Tapi setelah saya cari tau tentang inner child, ternyata ya memang mudah buat kita, tapi belum tentu untuk orang yang melaluinya. But when you're ready to forgive, just do it. Mungkin orang tua kita juga mengalami masa kecil yang berat, dan zaman dulu susah untuk mendapat informasi tentang parenting, jadi mereka juga tidak tau harus bagaimana. Untuk masa kini, kita yang bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Mau hidup lebih bahagia? Berdamailah dengan masa lalu. Pasti akan butuh waktu, tapi tetap mencoba ya. Kalau tetap merasa sulit, konsultasi dengan ahlinya.

Dan ini opini saya tentang siblings. Dalam kisah kakak beradik ini, sejujurnya saya tidak melihat kasih sayang yang tulus antar saudara. Maaf kalau salah ya, ini pendapat saya sebagai orang lain. Mungkin karena sejak kecil mereka tidak dibiasakan untuk saling sayang, saling perduli dengan sangat tulus, dan mengungkapkan bahwa memang perduli. Mereka care ya karena mereka 'kakak adik'. Karena kalau kakak adik benar-benar saling sayang dengan tulus, sekesal-kesalnya atau sebenci-bencinya kita atas sikap saudara kita, ketika saudara kita dalam kesulitan kita akan tetap care. Apapun yang terjadi, akan tetap saling membantu. Atau setidaknya support dengan perhatian, show them that we really care. Dan ini tidak terjadi dalam keluarga ini. Sejujurnya, saya yang sedih lihatnya tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Terus bagaimana sikap kita menghadapi orang yang memiliki luka masa kecil. Tetap support dalam hal yang positif. Coba memahami dan tidak mengabaikan emosi dan perasaannya. Jangan pernah meremehkan dan membandingkan dengan orang lain. Doakan agar dilembutkan hatinya, mau membuka diri. Walaupun menurut kita sikapnya kurang tepat, tetap hargai dan hormati keputusannya. Juga sabar dan ikhlas..

Dalam kisah ini, orang lain pasti menilai sang kakak anak yang tidak berbakti, tidak tau terima kasih, tidak mau memaafkan; tanpa tau apa yang sudah dilaluinya selama bertahun-tahun. Atau melihat sang kakak ini seperti menghindari masalah; tanpa tau bagaimana dalam hatinya semua emosi berkecamuk. Jangan begitu kalau perduli dengan orang yang mengalami hal sulit ya, lain hal kalau memang tidak perduli. Jangan sampai kita berkata' "gitu aja ga bisa sih? Dia aja bisa" atau "sampai kapan mau menghindar terus? usaha dong". Bukannya membaik, bisa jadi perasaannya makin kacau karena dibandingkan dan didesak. Apapun sikapnya, hargailah. Dia pasti punya alasan untuk itu. Mungkin memang butuh waktu, ketimbang dipaksakan lukanya tidak akan sembuh-sembuh.

Saya pernah bertanya pada ahlinya, bagaimana menghadapi seseorang seperti ini, yang masih denial atas apa yang terjadi pada dirinya. Jawabannya, orang yang mengalami kisah seperti itu memang rentan dengan trust issue. Kita harus bisa jadi orang yang dipercaya olehnya, no judge. Jika sudah perlahan membaik, bisa diajak untuk konsultasi dengan ahlinya.

Komunikasi adalah koentji, for any relationships. Orang tua-anak, kakak-adik, suami-istri, sahabat. Bicara dan dengarkan, agar tidak ada salah paham dan bisa saling memahami.

----------

Begitulah kisahnya, semoga bisa saling mengambil hikmahnya ya. Kalau ada yang mau sharing bagaimana berhasil melalui luka inner child atau membantu orang lain melaluinya, boleh yaa.. Bisa comment atau DM by email ke saya.

Oh ya, satu hal lagi yang saya ambil hikmahnya. Jangan karena satu kesalahan seseorang lalu kita menganggap semua kebaikannya hilang dan orang itu jadi buruk di mata dan hati kita. Karena itu akan membuat kita jadi seorang pembenci. Tetapi lihatlah satu kebaikan diantara banyaknya keburukan orang itu, karena itu akan membuat kita jadi seorang pemaaf.

Thank you for reading, have a good day :)

Friday, 12 January 2018

Ciwidey, Januari 2018

Last minute holiday judulnya mah.. Baru pergi jalan-jalan di minggu terakhir liburan. Itu pun ditodong kak Nay, "Panda cuti kok kita di rumah aja?". Hahahahaa.. Alhamdulillah masih rezekinya anak-anak, ada aja buat kebahagiaan mereka. Rezeki emang dari mana dan dari siapa aja yaa, hamdalah :)

Intinya sih kak Nay mau berenang, kalo adek manut aja karena belum bisa request. Hihiii.. Mikir berenang pas musim ujan, airnya dingin, peer juga nih. Mana anak-anak abis batuk pilek demam, kasian kalo sakit lagi. Cari kolam renang indoor sekitar Jakarta kok kayaknya ga ada yang sreg. Beralih carinya kolam renang air hangat, adanya ya di daerah dingin kayak Bandung, Lembang. Masa Ciater lagi, bosen karena Subang lagi Subang lagi. Akhirnya mutusin buat ke Bandung Selatan, udah lama juga ga ke sana. Terakhir tahun 2007 ke sana, sekarang banyak tempat wisata baru. Tolnya juga udah ada yang langsung ke Soreang, jadi ga exit di Kopo lagi. Arah exit Pasir Koja, trus ke arah Soreang. Lancaaaaar.. bebas macet di Koponya. Soon daerah Ciwidey akan berkembang lagi karena aksesnya udah enak. Saya review penginapan dan kemana aja yaa pas ke sana, siapa tau bisa jadi referensi..

1. Albis Hotel
Cari hotel H-1, dan ternyata hotel yang bagus, lumayan murah dan nyaman penuh. Masih banyak yang liburan juga rupanya. Penginapan lumayan banyak sih, hotel melati atau bintang 1 gitu range harganya 200-300 ribu an. Yang bagus banget juga ada dengan harga mulai 850 ribu. Yang tengah tengah juga adaa, tergantung kebutuhan kita aja. Tujuan saya ke Ciwidey Valley Resort, mau berenang di sana. Jadi cari hotelnya yang mendekati, dapetnya di Albis Hotel, jaraknya kurleb 8 KM ke CVR. Hotelnya menurut saya lumayan bagus, hotel mewah pada zamannya kayaknya sih. Kamarnya luas, kamar mandinya juga besar, ada balkonnya, cuma aja kurang terawat jadi agak usang gitu. Agak lembab rasanya pas masuk kamar. Non AC tapi yaa.. udah cukup dingin dengan udara di Ciwidey. Ada kolam renang dan playground. Kemarin kena harga 370 ribu di Traveloka, published ratenya 398 ribu (liat di resepsionis). Dapet sarapan juga, tapi bukan prasmanan gitu, dianter ke tiap kamar. Sarapannya nasi goreng, roti panggang, buah dan teh manis.






2. Ciwidey Valley Resort
Enaknya sih nginep di sini, udah ga usah kemana-mana lagi. Di CVR fasilitasnya ada penginapan, hot spring water, resto, playground, taman burung. Penginapannya sendiri ada yang berupa kamar hotel, cottage, sama camping. Untuk masuk ke sini harus bayar 20 ribu per orang, mobil 10 ribu kalo ga salah ya. Tiket masuknya bisa dituker soft drink di restonya.  Kemarin sih Naya sama Arga ga diitung, jadi yang dewasanya aja. Bayar segitu boleh main di playground, labirin, dan taman burung. Jalan-jalan sekitar situ foto-foto juga boleh.. Kalo masuk ke kolam renangnya bayar lagi 50 ribu per orang. Emang belum rezeki Naya, pas kemarin kolam renangnya ga bisa dipakai karena dikuras. Abis libur panjang jadi kotor.. Mungkin emang harus balik lagi kapan-kapan, hahahaa.. Tapi boleh masuk buat foto-foto.











3. Pemandian Air Panas Walini
Biar Naya ga kuciwa, cari tempat lain buat berenang. Udah berenang di hotel padahal kemarin sorenya, tapi air dingin jadi ga kuat lama-lama. Kalo air hangat kan bebas kedinginan, udahannya aja yang semriwing. Banyak sih sebenernya pemandian air panas di daerah Ciwidey, tapi kita taunya yang Walini ini. Jadi satu sama area perkebunan, jadi bayar pas masuk 10 ribu per orang dapet teh celup. Itu udah bisa buat tiket masuk ke pemandian juga, tapi yang kolam aja ga ada perosotan atau mainannya. Kalo mau yang ada perosotannya beda area.. bayar lagi 10 ribu per orang, mau sewa tikar untuk duduk 15 ribu. Kamar rendam 20 ribu per orang. Arga sama Naya happy banget deh, iya ketemu air, anget pula. Udahannya pun karena mau hujan, kalo ga juga ga selesai selesai. Ga banyak foto di sini karena rempongs sama bayik yang cranky karena ngantuk :D


4. Pinisi Resto
Sekalian ke daerah Ciwidey, pengen coba ke Pinisi Resto yang heitss itu. Pintu masuknya sebelum pintu masuk Situ Patenggang, ada miniatur kapal gitu di depannya. Areanya Glamping Lakeside Rancabali. Masuknya bayar 20 ribu per orang, di area sana ada beberapa tempat/ wahana tapi bayar lagi. Ada Taman Kelinci, Taman Angsa, Teras Bintang, Strawberry Farm, dll. Kemarin promo bisa ke 12 tempat cuma bayar 50 ribu per orang. Sayangnya ga bisa nikmatin semua karena hujan. Jadi saran saya sih kalo ke sana jangan pas musim hujan, rugi. Hahahaa.. Mau foto-foto di restonya aja ga sempet karena keburu hujan.
Restonya kapasitasnya kurang besar kalo menurut saya, kemarin aja yang musim liburannya udah hampir habis masih rame dan cari tempat duduk susah. Ga kebayang kalo pas rameee banget. Untuk makanannya bisa pesen sendiri lalu bayar model fast food gitu atau ala carte. Ada makanan sundaan, ada western juga. Ada wedang ronde sama cilok di bagian depan. Kalo harga saya kurang tau karena Pandanya yang urus, saya jaga lapak. Hihihiii..




Segitu aja reviewnya.. Ga ke Kawah Putih dan lainnya karena waktunya ga sempet dan anak-anak belum bisa enjoy selain ke tempat yang ada tempat mainnya, hehehee.. Tapi view dan udara di Bandung Selatan masih oke banget, beneran bisa refresh your mind. Semoga bermanfaat, maaf kalo masih minim info yess :)

Saturday, 9 January 2016

Father Daughter Relationship

ooh.. How I miss writing. Tapi keadaannya ga memungkinkan mulu, hehehee.. Pas lagi ada ide nulis, Nayanya ngajak main. Pas Naya tidur, mood nulisnya ga ada. Yah begitulah :D

Kali ini mau sharing soal kedekatan antara ayah dan anak, gara-gara abis baca artikelnya Ayahbunda. Btw, here's the link artikel 1 dan artikel 2. Pengalaman banget nih bangun bonding Naya sama Panda-nya. Pada dasarnya Panda-nya itu cuek soal beginian, basic keluarganya juga agak cuek, jadi dari hamil Naya saya udah wanti-wanti biar nanti pas udah lahir mau ikut ngurus Naya. Lumayan juga usahanya, saya pun harus sedikit 'maksa' biar suami mau ngurus dan main sama Naya. Sifat Panda sama Naya juga mirip, jadi kalo ketemu ciong. Makin susah lagi deh nyatuinnya. Tapi alhamdulillah seiring berjalannya waktu dan usaha, bisa juga..

Caranya gimana? Saya kasih artikel ke suami biar dia 'ngeh' pentingnya father-daughter relationship. Sering-sering maksa suami main sama Naya. Sering-sering juga deketin Naya ke Panda-nya, sekedar peluk cium aja. Sejak udah bisa cerita, kalo suami pulang kerja saya suruh Naya cerita kegiatan dia di hari itu, atau suami yang nanya kegiatan Naya apa. Lama-lama bondingnya terbentuk sendiri deh.

So far sih hasil penelitian di beberapa artikel itu bener. Compare sana sini dari yang saya kenal, anak-anak yang deket sama ayahnya lebih cerdas ketimbang yang tidak. Terutama dalam hal life skill-nya ya. Jadi buat para ayah, ikut terlibat dalam mengasuh anak itu penting lho ya! ;)

"Sini Panda Naya suapin.."
Play sand for the first time
Kiss kiss

Friday, 22 August 2014

Late Post

Hola! Mau posting dari kemarin lagi riweuh. Abis lebaran bibi udah balik ke sini, tapi seminggu kemudian pulang lagi, for a week. Jadilah saya super rempong di rumah karena Naya juga udah masuk sekolahnya. Nah sekarang bibinya udah balik lagi, jadi pas Naya tidur saya punya waktu untuk blogging, ga lagi beberes rumah :D

Idul Fitri 2014
Oh ya, first of all mohon maaf lahir batin yaa.. Kalo ada salah-salah kata atau ada yang tidak berkenan di blog ini, mohon dimaafkan. Mau cerita mudik kemarin nih. Pertama kali bawa bocah mudik naik kendaraan pribadi. Bagasi penuh yang sebagian besar barangnya adalah milik Kanaya, hahaa. Berangkatnya Jakarta - Pekalongan ditempuh 24 jam. Mana jalannya dialihkan, lewat jalan yang superb jelek, Naya demam nan rewel, udah lumayan stress lah saya kemarin. Sampai Pekalongan cari tukang urut, abis diurut alhamdulillah ceria lagi. Mungkin karena kecapean sama masuk angin, karena di jalan makannya susah banget. Pas di Klaten juga Naya agak rewel, ga mau sama siapa siapa, tidurnya ga nyenyak, makannya susah, ampun deh..

Hari pertama lebaran sholat ied, ada acara keluarga besar di rumah eyang, trus malemnya silaturahmi ke beberapa sodara. Hari kedua lebaran silaturahmi ke Manisrenggo (ibunya mama), drop papa mama ke bandara, muter-muter Malioboro, trus ke Taman Pelangi. Hari ketiga pulang, bolak balik ke Je Jamuran karena Asha belum nyobain, tapi belum rezeki ya masih tutup, hehehee.. Mampir Pekalongan lagi, besoknya baru pulang ke Jakarta. Alhamdulillah ga terlalu macet.. Dan sukses tanpa kendala yang berarti bawa si unyil :)

Kanaya Sekolah Lagi
Tanggal 12 Agustus Naya udah mulai masuk lagi, adaptasi lagi deh. Lha pas puasa cuma masuk seminggu trus libur lagi tiga minggu, lupa deh dia. Tapi alhamdulillah adaptasinya lumayan cepet, pertemuan kedua udah mau berbaur sama yang lain. Dan sekarang di minggu kedua udah ngerasa kalo sekolah rumah keduanya Naya, udah berani nyanyi, mau jawab kalo ditanya, problem solvingnya juga meningkat lhoo.. Sikap mandirinya juga semakin baik, ga melulu nempel sama Ibunnya. So far banyak hal positif yang bisa diambil sejak Kanaya sekolah, dan naya ga keliatan terpaksa atau stress. Mudah-mudahan Ibun ga salah karena terlalu awal ngenalin Naya ke sekolah ya..

Selamat Jalan Eyang Suyatno
Satu hal sedih yang belakangan terjadi.. Eyang Suyatno, bapaknya papa, meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun.. Tanggal 16 Agustus pagi, eyang putri baru aja telepon saya nanyain kabarnya Kanaya. Saya pun tanya keadaan eyang kakung gimana, dan eyang putri pun cuma bilang, "Mohon doanya saja mbak, yang terbaik untuk eyang kakung. Saya sudah pasrah dan ikhlas..". Tanggal 17 Agustus dini hari, hp saya bunyi, tante Hesti telepon untuk kasih kabar kalo eyang kakung meninggal jam 02.30. Langsung lah kita cari tiket untuk pulang ke Klaten, semua pulang kecuali saya dan Kanaya. Karena Kanaya lagi demam dan batpil, takutnya rewel di sana.. Selamat jalan eyang, semoga dilapangkan kuburnya, diterima semua amal baiknya, dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin..

Emm.. Kaya'nya segitu dulu ya ceritanya, itung-itung update diary :)
See ya!

Thursday, 27 December 2012

end of December 2012

Four days left in 2012. gimana dengan wishlist di tahun ini? kalo gue, alhamdulillah ada dua poin yang dicoret dari wishlist taun ini : (will) having a baby and house. malah banyak rezeki setalah gue hamil, rezekinya baby K niiih. mudah-mudahan di taun depan bisa punya kehidupan yang lebih baik, aamiin..

ada cerita apa ya di akhir Desember ini? hemm.. let me remember..
family
paling cerita soal kakak Danish yang makin hari makin gemesin. ngomongnya udah makin lancar dan makin ngerti segala hal. yang bikin ketawa itu ya liat tingkahnya. apalagi kalo udah diisengin sama aunty Marshanya, kocak banget. udah gitu bisa-bisanya dia ngeledekin baby K. jadi bundanya nanya ke dia, "dedenya mana kak?". terus dia nunjuk perut gue, "itu dede". abis itu dia ambil perlak punya baby K, lewat depan gue sambil nyengir dan ngomong "dadah dede..". asli itu lucu banget, kok ngerti dia ngeledekin ambil barangnya baby K. belum 2 taun aja udah iseng gitu, ga kebayang kalo udah main bareng sama baby K.
kakak Danish :)

hari ibu kemarin kita bingung mau kasih apa ke mama. kue sama bunga udah bosen, barang kaya' baju atau sepatu selera sih ya, jadi takut mama ga suka.. akhirnya bikin scrapbook yang dibingkai. bukan scrapbook juga sih, cuma selembar ko, heheee.. idenya mbak Adah, soalnya yang bikin adenya. lucu sih, bisa jadi alternative gift. 
gift for mom

pregnancy
senam hamil Sabtu lalu diajarin prenatal yoga. gerakannya susah banget dengan keadaan perut gendut gini. mau dipraktekin di rumah juga ga akan inget deh. alhasil di rumah tetep praktekin yang gampang-gampang aja. teruus makin hari makin asoyy rasanya. mungkin karena baby K makin gede, tapi gerakannya masih aktif. dua hari lalu posisinya sempet bener, vertikal gitu. walaupun gue ga tau kepalanya di atas atau di bawah, tapi rasanya enak banget perut enteng. sayangnya ga bertahan lama, abis itu dia balik lagi posisi horizontal. mungkin sempit kali ya kalo vertikal gitu. secara perut gue kecil gini.. kalo posisi melintang dia ada dari pinggir pinggang kanan sampe kiri soalnya, bener-bener menuhin perut gue. kalo sampe due datenya baby K tetep nyaman melintang, yaudah. gue sama suami udah nyiapin tanggal juga. nama juga udah fix ga berubah, hehehee.. inisialnya KGA, lengkapnya nanti aja yaw kalo udah lahiran ;)

rumah
pas libur natal kemarin gue iseng liat rumah, belum ditengok sejak bangun. hahaa.. still in progress. dinding udah naik, tinggal diaci terus atap sama lantai. tukangnya bilang sih sekitar 5-6 bulan lagi selesainya. masih bingung kalo udah jadi mau ditempatin dulu atau langsung renovasi, tergantung keuangannya gimana. hihiii..
in progress

taun baruan nanti ga ada rencana apa-apa, so far. mau kemana juga di Jakarta? dijamin macet dimana-mana. well, banyak hal baik di tahun ini. semoga di tahun depan akan lebih banyak hal baik lagi, aamiin.. have a great new year's eve, people!

Monday, 26 November 2012

Sunday

Emm.. i just don't know what the proper title for this posting, hehehee.. cerita hari Minggu kemarin aja sih, mom-daughter time. setelah nikah emang jarang ngabisin waktu sama nyokap, paling ngobrol santai aja kalo nyokap lagi ke rumah. kecuali kaya' sekarang, lagi ditinggal tugas luar kota sama suami. dulu sebelum nikah sih sering jalan bareng sama ade gue juga, ladies time :)

berhubung di rumah cuma bedua sama bibi, krik krik banget kan weekend ga kemana-mana. jadi gue memutuskan buat nginep di rumah nyokap aja deh, kalo weekend kan mama sama Asha di rumah. kalo weekday sih sama aja sepi juga. dan hari Minggu kemarin pun seharian pergi terus, baby K dadung ga berenti. *kan jalan-jalan, Ibuun. - she said*

bangun pagi, nyokap ngajak buat jalan pagi biar gue olahraga. berangkat lah naik bajaj ke Taman Honda Tebet. dulu sih sebutannya jalur hijau, karena emang isinya pohon-pohon doang. dulu juga ada pom bensin di situ, tapi ditiadakan dan dijadiin taman dan jogging track. jalur hijau ini ada dua part, yang lebih deket ke Jl. MT Haryono luasnya lebih kecil dan lebih sepi, yang dateng pure buat jogging aja. kalo satunya lebih luas, tapi rame. banyak anak-anak naik sepeda, jadi kurang nyaman dengan lebar standard jogging track harus berbagi sama yang sepedaan. kita milih ke lokasi yang lebih sepi aja, daripada bawa perut gede harus minggir-minggir. di situ ada sedikit track buat refleksi juga, bahkan ada yang lari tanpa sepatu di bebatuan itu. apa ga sakit ya? hehehee.. kalo gue sih cuma kuat muterin sekali, lumayan pegel juga bo'. sambil nunggu mama muter lagi, gue duduk cantik sambil minum susu kedelai. hohohoo.. ya, dimana ada tempat olahraga pasti banyak yang jualan. deket taman itu ada satu garasi rumah yang dijadiin tempat jualan berbagai macam makanan. dan pulang-pulang bawa sate, bubur, dimsum, kue, dan air kacang hijau. hahahahaa.. muter sekali beli makanannya banyak amat.
Taman Honda Tebet

siangnya ada undangan nikahan anaknya temen papa yang juga temen kecil gue waktu di Cipondoh dulu. congratulations Rini! umur gue sama Rini cuma beda bulan, dulu mama sama bude Neneng hamilnya barengan gitu. pas sama-sama hamil, nyetir bedua-duaan jemput papa sama pakde Edi ke bandara. makanya kita sering main bareng, karena emang orang tua kita juga temen baik. well, happy wedding ya Rin :)
sekarang Asha udah bisa nyetir :) *gue pensiun*
photobooth at Rini's wed, ndut semua :p

pulang undangan, mama ngajakin berenang. dengan alasan gue harus banyak olahraga. hemm..baiklah. lagian olahraga paling bagus buat bumil kan renang ya, asal gaya renangnya ga macem-macem. renangnya di Al-Jannah, Gudang Peluru. ada dua tempat renang khusus cewek di daerah Tebet, dua-duanya kolam renang rumahan gitu sih. tapi lebih enak di Al-Jannah ini, lebih lebar dan bersih dibanding satunya. boleh dicoba loh buat para hijabers..

well, a great Sunday with mom and sister. nantinya nambah lagi deh satu anggota wece, baby K. makin rame deh kalo jalan bareng. really can't wait to see you, my daughter :D

Saturday, 27 October 2012

Idul Adha 2012

Selamat hari raya Idul Adha :)
bedanya sama Idul Fitri, lebaran haji itu ga heboh-heboh amat ya. kumpul keluarga sih teteup, itu udah kaya' aturan tidak tertulis. ehehehee.. as usual, berhubung dari keluarga nyokap, nyokap paling tua di Jakarta, jadilah ngumpulnya di rumah Penggilingan. buat gue sama suami, ada 3 acara pas hari H kemarin. pagi sholat di Penggilingan, terus ke Prumnas rumah eyangnya suami dari mama mertua, siang balik ke Penggilingan, terus sore ke Rawamangun rumah eyangnya suami dari papa mertua. rempong yee.. abis dari kita berdua keluarga besar yang doyan ngumpul, jadilah wara wiri bagi waktu.

kel. Soejoto paling eksis poto-poto :p

cerita lebaran haji kali ini adalah.. gulainya hampir basi. pagi-pagi si bibi heboh nyuruh gue nyobain gulainya, pas dicobain iya hampir basi. nah loh, terus gimana? puter otak sama nyokap, akhirnya diputuskan itu daging disaring terus dicuci dan direbus ulang, terus dibikin tongseng. sayang mau dibuang, 5 kilo man. terus nyari ayam, santen, dan bumbu instan gulai. minimart mana ada yang udah buka, pasar juga masih pada tutup. alhamdulillah ada tukang sayur yang buka di komplek belakang. akhirnya menu kemarin terselamatkan, fiuuhh..

alhamdulillah ada rezeki di Idul Adha taun ini. jadi ceritanya taun ini giliran suami yang kurban, gue udah taun kemarin. maklum, penghasilan masih belom maksimal jadi kurbannya gantian tiap taun, ehehehee.. terus pas mau ultah kemarin, nyokap bilang, "de', taun ini mama ngadonya kurban aja ya..". alhamdulillahi rabbil alamiin.. malah bersyukur dapet kado yang mengandung pahala. emang deh, baby E bawa rezeki banget. insyaAllah taun depan giliran baby E karena Ibunnya udah kurban taun ini.

thank u for the present, Mom :*
besok mau ikut Panda kerja ke Bandung, sekalian jalan-jalan. udah bosyen boo' di rumah.. mumpung ni calon bayi belom lahir juga, heheheee.. see you in the next post ;)

Monday, 27 August 2012

happy Ied 1433 H :)

Happy Ied 1433 H, everyone! mohon maaf lahir batin yaa..
mau cerita apa yaah? mudik ya gitu-gitu aja sih, macet, pegel, dan lain-lain. mudik tahun ini Jakarta-Pekalongan 20 jam loooh. pulangnya Sleman-Jakarta 16 jam. entah kenapa semangat mudik tahun ini hebat banget, macetnya asooy. ada tante, Bekasi-Subang 24 jam, ampun deh. mudik tahun ini juga singkat, soalnya bokap udah harus balik ke Bangkok tanggal 24 Agustus kemarin. jadi yaa ga sempet muter kemana-mana. dan terpaksa harus seharian di rumah gara-gara mobil masuk bengkel.

berawal dari nambel ban yang kena paku, si tukang tambal ban salah taro dongkrak, alhasil ball jointnya tidak pada tempatnya. cari bengkel Honda, baru ada barangnya tanggal 27 Agustus dari Jakarta. wakwaww.. terancam terdampar di Klaten tadinya. terpaksa deh, one day trip to Solo diganti jadi cari bengkel buat cowok-cowok, wece-wece bobo cantik di rumah. alhamdulillah dapet bengkel yang bisa ngerjain, dan selamat sampai Jakarta. haahh.. ada-ada aja deh nih si hitam.

alhamdulillah juga, keluarga Soejatno (bokap) dan keluarga Soejoto (nyokap) bisa kumpul lengkap. yang di Jakarta mudik semua, rame! terlebih keluarga nyokap, terakhir mudik bareng itu waktu gue masih SMP kaya'nya. atau malah SD ya? sebelum eyang uyut wafat deh pokoknya, long time ago.

Soejatno's Family
Soejoto's Family
baby di perut juga alhamdulillah sehat. nyokap sempet khawatir karena jalan yang ga mulus, dan maksa salah satu eyang yang bidan buat cek. hehehee.. dan hasil pulang kampung kemarin, BB naik 1.5 kg. lumayaaan.. total kenaikan BB dari sebelum hamil, 9.5 kg saja. akhirnya bisa gendut juga :))  ketemu Panda sama Ibun 2 minggu lagi ya nak..
with my lovely sister ;)
selamat lebaran semua :D

Monday, 6 August 2012

oleh-oleh dari Korea

Beberapa hari kemarin, ade gue ada misi budaya di Gangneung, Korea Selatan. jadi semacam festival budaya internasional gitu, nah dia di sana memperkenalkan tari tradisional Indonesia gitu deh. sebelum berangkat dia nanya, mau oleh-oleh apa. apa yaa..? gue ga tau khas dari Korea apa. pengen nyobain kulinernya sih, tapi dibawain dari sana keburu ga enak kali yah, lagian di Jakarta juga udah banyak resto Korea. pengen banget sih nyobain Kimchi sama Bimbimbab, tapi takut ga doyan. hihihiii..

karena keseringan nonton film Korea (nasib ibu rumah tangga), entah kenapa lucu aja liat alat makannya. sumpit alumunium dan bentuk sendok yang gagangnya panjang dan kepala sendoknya besar kaya' sendok sup. yaudin, gue titip itu aja deh sama ade gue. aneh bener yak request gue, hahahaah.. dan dibeliin deh. sama piring yang bisa dipajang itu loh, entah apa istilahnya. lucu sih kalo gue bilang, thanks yo Sha! mau dipake ko sayang yaa :p

satu set sama placemat
di sumpitnya ada tulisan Koreanya :)

cemal cemil (nori rasa wasabi maknyuss)

Tuesday, 19 June 2012

happy birthday, Panda!

Happy birthday suamiku tercinta.. semoga panjang umur, sehat selalu, dimudahkan rezekinya, tambah bijaksana, siap jadi ayah yang baik ya :)

sebenernya sih ulang tahunnya tanggal 16 Juni kemarin, tapi baru sempet posting, hihii.. ga kasih kado apa-apa, soalnya ga bisa kemana-mana. jadi cuma kasih birthday greeting di atas itu aja deh. tapi suami gue bilang, "ini udah jadi kado buat aku ko *sambil elus-elus perut gue*". hehehee.. seneng punya suami yang perhatian, walaupun kadang galak :p

ada yang lucu deh di kehamilan gue ini. entah kebetulan atau bawaan bayi, ini calon anak gue kaya'nya manja banget sama pandanya. mual gue udah mendingan, tapi gue selalu mual kalo suami gue mau berangkat kerja sama pulang kerja. si janin ini kaya' minta perhatian gitu sama pandanya. jadi kalo mau berangkat atau pulang kerja, suami gue harus ngomong dulu di perut, dielus-elus, baru deh gue enakan. pernah suami gue pulang telat, jam biasa suami gue pulang, gue mual. nyariin pandanya kali ya, hihihiii.. lucu aja jadinya. sungguh hamil itu luar biasa rasanya. mudah-mudahan kehamilan ini bisa jadi kado terindah buat kamu ya ayang. love you..

Tuesday, 22 May 2012

Talaga Sampireun

Sabtu tanggal 19 Mei 2012 kemarin, Widia Family kumpuul :D
kenapa Widia Family? karena nama kakak, adik, dan gue ada Widia-nya. gabungan dari nama bokap nyokap. bokap sengaja pulang pas libur agak panjang, biar bisa kumpul lengkap. karena biasanya salah satu dari kita ga bisa kalo ga hari libur. udah lama banget plan makan bareng di Talaga Sampireun, Bintaro. tapi baru kemarin bisa kewujud. finally..

tempat makan ini udah tenar banget sih, pasti banyak yang tau. kalo weekend ga make reservation, susah dapet tempat yang nyaman. pertama, karena ambience restonya. taglinenya aja 'A Culinary Experience by The Lake'. seperti resto yang berkembang sekarang, mereka jual suasana dulu baru makanannya. tapi resto ini ga cuma jual suasana, makanannya juga enak, dan pelayanannya two thumbs up. dari segi harga sih emang ga murah, tapi worth it kok.

untuk tempat, mereka sediain yang area taman, saung, floating deck, dan building. yang area taman, itu pake table and chair. lokasinya di sisi paling luar dari danau. saung lokasinya mengelilingi danau, ada yang single untuk kapasitas max. 15 orang dan twin untuk kapasitas max. 25 orang. yang pasti lesehan ya, namanya juga saung. saung pun ada yang AC dan non AC, tapi mengingat udara di Bintaro enakan yang AC lah yaa. hehehee.. saung AC ada pintunya menuju ke kolam, ada mini terracenya gitu. asiik deh tempatnya. yang floating deck itu outdoor, maksudnya ga ada penutupnya sama sekali, pake table and chair. kalo malem sih bagusan di floating deck kaya'nya, jadi lebih romantis. terus yang building, itu bisa kapasitas 100 lebih orang. the real dining area gitu, satu ruang banyak meja dan kursi, pake AC. karena resto itu rame terus, mereka terapin sistem makan yang di saung max. 2.5 jam. dan ada slotnya gitu, kemarin gue reserved yang jam 11.30-14.00. setelah itu orang lain boleh reservation lagi jam 14.30-17.00, dan seterusnya. kalo reservation, min. order IDR 600,000. kalo perginya keluarga sih ga masalah, tapi kalo cuma berdua dan mau di saung, sepertinya banyak makanan yang dibawa pulang. hihihhiii..

di resto ini, ada max. waktu penyajian, jadi kalo terlambat dari batas waktu itu mereka akan kasih kita voucher IDR 100,000. untuk minuman, max. 20 menit dari waktu pemesanan. sedangkan makanan 30 menit. jadi waitersnya bolak balik liatin jam untuk make sure mereka ga telat. kemarin aja gue belom pesen semua, karena kakak gue datengnya telat. waiternya sampe nanya, "mungkin ibu mau pesen sekalian aja yang lain, takutnya penyajiannya lama". sampe segitunya commit mereka, bagus kan? bokap gue juga puas sama pelayanannya. FYI, bokap gue orangnya displin, jadi hal-hal kaya' gitu bokap concern banget. harga makanan dan minumannya lumayan sih, kemarin kita 7 orang dewasa + 1 balita abis IDR 900,000 an. tapi kita agak kalap juga sih makannya, banyak yang dipesen. yang pasti, tempat ini bagus buat keluarga. ada play groundnya juga buat anak-anak. ponakan gue aja bolak balik minta naik mobil yang pake remote control itu. mau suasana yang lain buat weekend? bisa ke sini, daripada ke mall terus :p

saung single
path way

the ambience

area taman




mini terrace at saung

floating deck & saung

floating deck & building

main buliding

floating deck

ikannya banyak

mainan fav Danish :)

play ground for children

sop buntut

tahu gejrot

karedok

kepiting saus pedas

jus kedondong

gurame bakar

sambel gurame bakar




Talaga Sampireun
Taman Menteng/ Kawasan Niaga Bintaro Sektor 7
Blok B7/ N1 Boulevard Bintaro Jaya
021 7453999
http://talagasampireun.com/